>

Senin, 12 Mei 2014

Desain Pengelolaan Jaringan



TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER

 
1.    Sonet
SONET dikembangkan di Amerika Serikat melalui komite ANSI T1X1.5 pada tahun 1985. Amerika serikat menginginkan data rate mendekati 50 Mbps, sedangkan Eropa menginginkan data rate mendekati 150 Mbps. Hal ini menghasilkan dua nama yang berbeda untuk nama yang sama yaituSONET (Synchronous Optical Network) dan SDH (Synchronous Digital Hierarchy). SONET hanya digunakan di US, Canada, dan Jepang.

SONET adalah standar komunikasi digital yang baru untuk suatu sistem transmisi serat optik. Transport signal level-1 (STS-1) dengan frekuensi 51,840 Mbps dan multiplex SONET dibentuk dari sejumlah N kali sinyal dasar STS-1 sehingga lebih effisien dibandingkan hirarki yang lain. SONET juga dapat meningkatkan kapasitas bandwidth pada serat optik tanpa perlu melakukan penambahan kabel optik. Keandalan trafik pada SONET akan selalu terjaga pada topologi ring yang menggunakan wavelenght division multiplexing (WDM). ADM adalah tempat di mana traffic dari data masuk dan keluar. Berikut tabel yang berisi tingkatan kecepatan dari SONET:
  1. Topologi Jaringan SONET
Pada umunya SONET menggunakan topologi ring. Ring SONET lebih dikenal sebagai self healing rings. Ring SONET menggunakan dua atau lebih jalur transmisi antar node, dan dan node dari SONET biasanya berupa Digital Cross-Connects (DCS) atau Add/Drop Multiplexers (ADM). Berikut tipe-tipe ring SONET:
·         Two Fiber Unidirectional
Two Fiber Undirectional merupakan topologi ring SONET yang paling mudah diimplementasikan. Semua data dilewatkan jalur working ring, sedangkan standby ring yang digunnakan sebagai pengaman menunggu. Jika ada kegagalan pada jalur working ring maka kedua node yang aktif segera pindah ke jalur standby ring.
·         Two Fiber Bidirectional
Pada topologi ini traffic data berjalan melalui kedua jalur, tetapi setiap jalur dibagi menjadi dua yaitu setengah untuk jalur data dan setengah untuk proteksi. Hal ini mengakibatkan kapasitas transfer data pada setiap jalur menjadi setengah. Jalur proteksi digunakan sebagai jalur alternatif apabila terjadi kegagalan pada jalur utama.
·         Data Over SONET
Peningkatan data traffic membutuhkan teknologi untuk menyalurkan Ethernet atau IP ke Physical Layer. Data Over SONET juga dapat disebut Ethernet over SONET (EoS) dan Paket over SONET (POS).
ð  Keuntungan-keuntungan dari SONET:
  1. High transmission rates
Transmissin rate hingga 40 Gb/s dapat dicapai dengan teknologi SONET modern.
  1. Simplified add and drop function
Channel dengan bit rate yang rendah dapat diekstrak lalu dimasukkan ke bit-streams yang bekecepatan tinggi di SONET tanpa perlu tambahan multiplexer dan demultiplexer.
  1. High availbility and capacity matching
Dengan SONET network providers dapat dengan cepat mengontrol network para customer sesuai dengan keinginan customer. Network provider menggunakan network elements yang terstandardisasi.yang dapat dikontrol dari sentral menggunakan Telecommunication Management Network (TMN) system.
  1. Relibility
    Jaringan SONET modern dibuat dengan automatic back-up circuit dan mekanisme perbaikan yang berguna untuk mengatasi kegagalan sistem dan untuk memonitor sistem. Sehingga tidak ada kegagalan dari sebuah netrwork element link yang mengakibatkan seluruh network gagal.
  2. Future-proff platform for new services
SONET dapat terhubung dengan berbagai platform dengan area yang luas seperti POTS, ISDN, mobile radio, dan data communications (LAN, WAN, dan lain-lainnya). SONET juga dapat mengatasi broadcasting video dan audio melalui ATM.

SONET/SDH Di Indonesia
SONET sudah digunakan pada berbagai macam bidang di Indonesia, sebagai contohnya Telkomsel telah menggunakan teknologi STM-1 untuk meningkatkan kapasitas jaringan Jawa-Makassar-Ambon-Papua dengan menggunakan transmisi Satelit IDR (Intermediate Data Rate) mengingat tidak adanya link transmisi Fiber Optic dan Terrestrial.
Satu STM-1 setara dengan 63 E1 atau 155 Mbps sedangkan Telkomsel menambahkan STM-1 yang berjumlah 6 buah sehingga total peningkatan kapasitas yang dilakukan adalah setara dengan 378 E1 atau 980 Mbps.

2.    ATM (Asynchronous Transfer Mode)
Asynchronous Transfer Mode (ATM) ialah teknlogi switching dan multiplexing yang menggunakan packet yang tetap untuk membawa berbagai macam tipe dari lalu lintas yang ada.ATM merupakan teknologi yang ditemukan dalam pengembangan dari jaringan pita lebar dari ISDN pada tahun 1970-an dan 1980-an. Pada tekniknya, ATM dapat dilihat sebagai bentuk evolusi dari Packet Switching. Seperti halnya Packet switching pada data (contohnya X.25, frame realy, transmission Control Protocol [TCP]/ Internet Protocol[IP]. ATM merupakan gabungan antara fungsi multiplexing dan switching ini akan sangat bekerja dengan baik jika digunakan pada lalu-lintas yang inkonsisten (dalam contrast ke circuit switching), dan hanya menggunakan komunikasi antara alat yang beroperasi dengan beragam kecepatan. Tidak seperti Packet Switching, ATM di buat untuk jaringan multimedia berkecepatan tinggi . ATM teknlogi biasanya di terapkan dalam jangkauan yang sangat luas dari peralatan jaringan, seperti:
·         Komputer personal, komputer kerja, dan peralatan interface server jaringan
·         Switch-ethernet dan hub lingkaran
·         Workgrou dan Network Campus
·         ATM enterprise network Switch
·         ATM multiplexer
·         ATM edge switch
·         ATM backbone Switch
Keuntungan dari ATM:
·         Berkecepatan tinggi pada switching perangkat keras
·         Besaran yang seimbang pada koneksi yang inkonsisten
·         Menggunakan kelas-kelas untuk mendukung Multimedia
·         Mempunyai skala dalam kecepatan dan ukuran jaringan
·         Mudah diaplikasikan pada pembuatan LAN dan WAN
·         Salah satu pilihan yang untuk kemudahan melalui arsitektur VC
·         Mempunyai standar internasional sendiri
Teknlogi pada ATM
Pada jaringan ATM, semua informasi disimpan dalam ke dalam cell yang tetap dan terdiri atas 48 bytes (8 bit per byte) dari yang telah diisikan dan 5 bytes untuk kepala cell. Kepala cell mengatur untuk efisiennya switching pada implementasi kecepatan tinggi perangkat keras dan dapat memuat berbagai macam type informasi, virtual-circuit identifier, dan header error check.
ATM akan terhubung sesuai orientasinya. Mengatur berbagai kebutuhan dari lalu lintas dalam pembatasan hubungan yang menyediakan para pengguna untuk memperinci kebutuhan sumber dan menyediakan kebuthan untuk memgalokasikan sumber basis pada apa yang dibutuhkannya. Multiplexing menambahkan … dari lalu lintas di fasilitas each physical (antara pengguna terakhir atau antara switch jaringan) mengkombinasikan dengan kemampuan untuk mengirimkan stream ke banyak macam tujuan. Menggunakan dana untuk mengurangi jumlah dalam interface dan fasilitas yang dibutuhkan untuk membangun sebuah jaringan.
Standar pada ATM mempunyai dua tipe untuk koneksinya, yaitu: Virtual Patch Connection (VPC’s), dan yang lainnya adalah Virtual Channel Connection (VCC). Pada sebuah virtual channel connection (ataupun pada virtual patch) pada dasarnya membawa satu stream dari cell, in order, dari pengguna ke pengguna. Kumpulan dari virtual circuit akan terbungkus bersama ke dalam koneksi virtual path. Keoneksi pada Virtual path bisa dibuat dari end-to-end persilangan pada jaringan ATM. Pada kasus seperti ini, jaringan ATM tidak dapat menghubungkan salah satu dari virual circuit. Semua cell terhubung ke virtual path yang menyambungkan jalur yang sama pada jaringan ATM, kejadian ini memerlukan penangan secara cepat pada kesalahan major.
Virtual connection juga dapat di buat sebagai Permanent Virtual Circuits (PVCs) atau kontrol yang secara dinamis terhadap pensinyalan seperti Switched Virtual Circuit (SVCs). Keduanya juga bisa dijaidkan sebagai point-to-point (satu titik ke titik liannya) dan juga point-to-multipoint (satu titik ke banyak titik), yang merupakan kelebihan dari servis kapabilitas. SVCs sesungguhnya di fungsikan sebagai operasi karena SVCs dapat membuat dynamic pengoperasiannya, dan juga memperkecil rekonfigurasi yang sangat rumit.
3.    SMDS
Istilah SMT (Surface Mount Technology) merupakan istilah yang telah dikenal luas dalam dunia elektronika. Istilah Surface Mount Technology berarti sebuah teknologi mengenai cara atau metode untuk menyusun komponen-komponen elektronik secara langsung pada permukaan PCB (Printed Circuit Boards).
Industri elektronik menggunakan metode SMT guna perakitan komponen pada papan sirkuit (PCB). Selain itu, untuk dunia FPGA, metode SMT digunakan untuk perakitan komponen (SMD) pada papan pengembang (development board) serta pengaturan layout jalurnya (wiring).Sebagai gambaran berikut ditampilkan beberapa SMD yang sering ada dan terpasang terpasang di dalam papan pengembang FPGA :
Beberapa Gambar SMD


4.        ISDN

ISDN (Integrated Services Digital Network) ialah sarana telekomunikasikomunikasi suara, data, & gambar, namun dgn biaya yg rendah & fleksibiitas yg tinggi. Perkembangan perangkat terminal CTE memberikan kebebasan kepada pelanggan dalam memilih alat komunikasi yg berstandarkan ISDN.

Pelayanan ISDN

Ada beberapa fitur layanan utama yg ditawarkan oleh sistem ISDN. Yaitu:

  • Supplementary Service
    Supplementary Service adl layanan tambahan yg disediakan oleh jaringan ISDN ke pengguna, namun dalam mengaksesnya, pengguna dibebankan biaya tambahan ketika mengaktifkan layanan ini. Supplementary Service digunakan bersama dgn layanan dasar jaringan ISDN.
  • Bearer Service
    Bearer Service merupakan layanan awal & dasar yg diperuntukkan bagi pengguna yg baru bergabung dgn jaringan ISDN. Pengguna baru akan mendapatkan layanan dasar ini begitu mendaftar sebagai pelanggan ISDN. Bearer Service menyediakan layanan transfer mode,transfer rate, & transfer capability. Layanan ini menunjukkan & menjelaskan karakteristik jaringan transmisi yg ditawarkan oleh operator penyedia jaringan antara terminal pengguna & jaringan.
  • TeleService
    TeleService adl layanan yg pd dasaranya telah diberikan dari awal oleh jaringan ISDN, namununtuk menggunakannya harus didukung dari peralatan atau terminal pengguna. Jika pengguna masih menggunakan peralatan standar, maka layanan TeleService ini tidak dpt digunakan.

Keuntungan ISDN

  • Fleksibel. Single interface ukt terminal bervariasi
  • Hemat biaya. Hanya membutuhan satu terminal tunggal ukt audio & video
  • ISDN memiliki kecepatan & kualitas tinggi dalam pengiriman data, bahkan 10 kali lbh cepat disbanding PSTN
  • Efisien. Delam satu saluran saja dpt mengirim berbagai jenis layanan (gambar, suara, video) sehingga efisien dalam pemanfaatan waktu.
Sebelum terciptanya ISDN, ada juga beberapa jaringan konvensional yg digunakan dalam masyarakat, yaitu:
  • Jaringan Telepon (PSTN = Public Switched Telephone Network)
  • Jaringan komunikasi data (PDN = Public Data Network)
  • Jaringan Telex (PSTX)

Jenis Layanan ISDN

Di dalam ISDN terdapat 2 jenis pelayanan, yaitu:

  • Basic Rate Inteface (BRI)
  • Primary Rate Interface (PRI)

Model Jaringan

  • Model awal ISDN. Pada masa ini, masing-masing jaringan merupakan subnetwork dari ISDN yg dilengkapi dgn sebuah set saluran & protokol ukt mengakses ke jaringan. Pengguna terdaftar sebangai pelanggan satu jaringan dgn tetap meminta layanan yg berbeda ke sistem yg juga masih berbeda-beda, tetapi telah menggunakan akses yg sama. Hanya sistemnya saja yg masih berbeda.
  • Model jaringan ISDN penuh. Pengguna bisa mengakses ke satu jaringan lewat satu jalur akses yg sama. Sebab sistem ISDN menyediakan & telah dpt melayani segala jenis pelayanan yg berbeda-beda
  • Model Konvensional. Pada masa ini, masing-masing sistem jaringan terpisah, sehingga pengguna akan mengakses ke masing-masing jaringan ukt tiap keperluan layanan yg berbeda satu dgn yg lainnya.

Komponen ISDN

Sistem ISDN terdiri dari 5 buah komponen terminal utama yg bertugas ukt menjalankan proses layanannya, yaitu terminal Equipment, terminal Adapter, Network Termination, Line Termination, & Local Exchange.

Aplikasi yg didukung oleh ISDN

  1. HiQ Fax
  2. Video Conference
  3. Teledoctor
  4. Teledisket
  5. PC Workgroup
  6. Inter LAN
  7. Wide Voice
  8. Back Up Line
  9. Remote Security Control
  10. Bank Account Line.

Layanan ISDN di Indonesia

Aplikasi layanan ISDN di Indonesia disediakan oleh PT Telkom. ISDN merupakan hasil evolusi dari PSTN. Proses evolusi ini dilakukan dgn pelayanan berbasis PSTN, kemudian berubah ke pelayanan SMDS, sampai akhirnya pelayanan ISDN & Broadcast-ISDN.
  1. Centrex Service. Layanan ini umunya hanya terdpat pd PABX dgn menggunakan sentral telepon PSTN/IDN yg diperlengkap secara khusus.
  2. Malicious Call Identification. Pelanggan dpt meminta identifikasi panggilan yg diterimanya.
  3. Direct Dialling In. teleponyang tersambung ke jaringan PSTN/ISDN dpt secara langsung memanggil pesawat cabang STLO.
  4. Call Diversion. Pelanggan yg tidak dpt menerima panggilan dpt mengalihkan panggilannya ke nomor lain atau ke layanan penjawab (answering service)
  5. Do Not Disturb. Pelanggan yg memang sengaja tidak ingin menerima panggilan ukt sesuatu periode waktu tertentu dpt mengalihkan panggilannya ke nomor lain.
  6. Freephone. Sebuah nomor khusus dpt dialokasikan kepada pelanggan & beban atas setiap panggilan yg dilakukan kepada nomor ini biayanya dibebankan kepada pelanggan, bukan kepada pihak yg memanggil.
  7. Speed Dialling. Pelanggan dpt melakukan panggilan hanya dgn memutar sesuatu kode singkat atas sebuah nomor tertentu yg sudah diset & tidak perlu memutar seluruh nomor lengkap.
  8. Call Waiting. Pelanggan yg sedang melakukan percakapan diberikan tanda bahwa ada panggilan masuk lainnya.
  9. PBX Line Hunting Service. Seleksi otomatis dari sesuatu bundel saluran yg melayani pelanggan ke nomor direktori umum pelanggan tersebut.
  10. Three Party Service. Pelanggan yg sedang melakukan percakapan telepon dpt menahan percakapannya & melakukan panggilan dgn pihak ketiga.
5.        TDM
Time Division Multiplexing merupakan sebuah proses pentransmisian beberapa sinyal informasi yang hanya melalui satu kanal transmisi dengan masing-masing sinyal di transmisikan pada peride waktu tertentu.
Proses Transmisi TDM
Akan ada beberapa sinyal informasi yang akan masuk ke dalam Multiplexer dari TDM, sinyal-sinyal tersebut memiliki bit rate yang rendah dengan sumber sinyal yang berbeda-beda. Ketika sinyal tersebut memasuki Multiplexer, maka sinyal akan melalui sebuah switch rotary yang menyebabkan sinyal informasi yang sebelumnya telah disampling itu akan dibuat berubah-ubah tiap detiknya. Hasil Output dari switch ini adalah merupakan gelombang PAM (Pulse Amplitude Modulation) yang mengandung sample-sample dari sinyal informasi yang periodic terhadap waktu.

Keuntungan menggunakan TDM
TDM digunakan karena alasan biaya; semakin sedikit kabel yang digunakan dan semakin simple receiver yang dipakai untuk mentransmit data dari banyak sumber utnuk banyak tujuan membuat TDM lebih murah disbanding yang lain. TDM juga menggunakan bandwith yang lebih sedikit daripada Frequency Division Multiplexing (FDM). Dengan lebar bandwith yang kecil, membuat bitrate semakin cepat, namun daya yang digunakan semakin besar.
Aplikasi TDM
  1. Pada Plesiochronous Digital Hierarchy (PDH System), untuk transmisi digital dari beberap panggilan telephone melalu 4-kable yang sama (T-carrier atau E-carrier) atau kabel fiber di sirkuit switch dari jaringan telephone digital.
  2. Pada Synchronous Digital Hierarchy dan jaringan transmisi SONET yang menggunakan PDH
  3. Pada RIFF (WAV) standar audio
  4. Pada pemisah channel kanan-kiri yang digunakan dalam Stereoscopic Liquid Crystal Shutter Glasses

6.        Frame Relay

Frame Relay adalah protokol WAN yang beroperasi pada layer pertama dan kedua dari model OSI, dan dapat diimplementasikan pada beberapa jenis interface jaringan. Frame relay adalah teknologi komunikasi berkecepatan tinggi yang telah digunakan pada ribuan jaringan di seluruh dunia untuk menghubungkan LAN, SNA, Internet dan bahkan aplikasi suara/voice.
Frame relay adalah cara mengirimkan informasi melalui wide area network (WAN) yang membagi informasi menjadi frame atau paket. Masing-masing frame mempunyai alamat yang digunakan oleh jaringan untuk menentukan tujuan. Frame-frame akan melewati switch dalam jaringan frame relay dan dikirimkan melalui virtual circuit sampai tujuan.
Fitur Frame Relay
Beberapa fitur frame relay adalah sebagai berikut:
  1. Kecepatan tinggi
  2. Bandwidth Dinamik
  3. Performansi yang baik/ Good Performance
  4. Overhead yang rendah dan kehandalah tinggi (High Reliability)
Perangkat Frame Relay
Sebuah jaringan frame relay terdiri dari endpoint (PC, server, komputer host), perangkat akses frame relay (bridge, router, host, frame relay access device/FRAD) dan perangkat jaringan (packet switch, router, multiplexer T1/E1). Perangkat-perangkat tersebut dibagi menjadi dua kategori yang berbeda:
  • DTE: Data Terminating Equipment
DTE adalah node, biasanya milik end-user dan perangkat internetworking. Perangkat DTE ini mencakup endpoint dan perangkat akses pada jaringan Frame Relay. DTE yang memulai suatu pertukaran informasi.
  • DCE: Data Communication Equipment
DCE adalah perangkat internetworking pengontrol carrier. Perangkat-perangkat ini juga mencakup perangkat akses, teatpi terpusat di sekitar perangkat jaringan. DCE merespon pertukaran informasi yang dimulai oleh perangkat DTE.
Virtual Circuit (VC) Frame Relay
Pengantar Virtual Circuit (VC)
Suatu jaringan frame relay sering digambarkan sebagai awan frame relay (frame relay cloud), karena jaringan frame relay network bukan terdiri dari satu koneksi fisik antara endpoint dengan lainnya, melainkan jalur/path logika yang telah didefinisikan dalam jaringan. Jalur ini didasarkan pada konsep virtual circuit (VC). VC adalah dua-arah (two-way), jalur data yang didefinisikan secara software antara dua port yang membentuk saluran khusur (private line) untuk pertukaran informasi dalam jaringan.Terdapat dua tipe virtual circuit (VC):
  • Switched Virtual Circuit (SVC)
  • Permanent Virtual Circuit (PVC)
Switched Virtual Circuit (SVC)
Switched Virtual Circuits (SVC), adalah koneksi sementara yang digunakan ketika terjadi transfer data antar perangkat DTE melewati jaringan Frame Relay. Terdapat empat status pada sebuah SVC:
Empat status pada SVC :
  1. Call setup
  2. Data transfer
  3. Idling
  4. Call termination
Status SVC
Call Setup
Call Setup: Dalam status awal memulai komunikasi, virtual circuit (vc) antar dua perangkat DTE Frame Relay terbentuk.
Data Transfer
Data Transfer: Kemudian, data ditransfer antar perangkat DTE melalui virtual circuit (vc).
Idling 
Idling: Pada kondisi idling, koneksi masih ada dan terbuka, tetapi transfer data telah berhenti.
Call Termination 
Call Termination: Setelah koneksi idle untuk beberapa perioda waktu tertentu, koneksi antar dua DTE akan diputus.
Permanent Virtual Circuit (PVC)
PVC adalah jalur/path tetap, oleh karena itu tidak dibentuk berdasarkan permintaan atau berdasarkan call-by-call. Walaupun jalur aktual melalui jaringan berdasarkan variasi waktu ke waktu (TDM) tetapi circuit dari awal ke tujuan tidak akan berubah. PVC adalah koneksi permanen terus menerus seperti dedicated point-to-point circuit.
Perbandingan PVC vs SVC
PVC lebih populer karena menyediakan alternatif yang lebih murah dibandingkan leased line. Berbeda dengan SVC, PVC tidak pernah putus (disconnect), oleh karena itu, tidak pernah terdapat status call setup dan termination. Hanya terdapat 2 status :
  • Data transfer
  • Idling
Format Frame Frame Relay 
Struktur Frame
 
Dalam sebuah frame Frame Relay, paket data user tidak berubah, Frame Relay menambahkan header dua-byte pada paket. Struktur frame adalah sebagai berikut:
  • Flags - menandakan awal dan akhir sebuah frame
  • Address - terdiri dari DCLI (data link connection identifier), Extended Address (EA), C/R, dan Congestion control information
  • DLCI Value - menunjukkan nilai dari “data link connection identifier. Terdiri dari 10 bit pertama dari “Address field/alamat.
  • Extended Address (EA) - menunjukkan panjang dari “Address field, yang panjangnya 2 bytes.
  • C/R - Bit yang mengikuti byte DLCI dalam Address field. Bit C/R tidak didefinisikan saat ini.
  • Congestion Control - Tiga bit yang mengontrol mekanisme pemberitahuan antrian (congestion) Frame Relay.
  • Data - terdiri dari data ter-encapsulasi dari upper layer yang panjangnya bervariasi.
  • FCS - (Frame Check Sequence) terdiri dari informasi untuk meyakinkan keutuhan frame.
Pendeteksi Error pada Frame Relay
Frame Relay menerapkan pendeteksi error pada saluran transmisi, tetapi Frame Relay tidak memperbaiki error. Jika terdeteksi sebuah error, frame akan dibuang (discarded) dari saluran transmisi. Proses seperti ini disebut :
Cyclic redundancy check (CRC) 
Cyclic redundancy check (CRC) adalah sebuah skema yang mendeteksi dan membuang data yang rusak (corrupted). Fungsi yang memperbaiki error (Error-correction) (seperti pengiriman kembali/retransmission data) diserahkan pada protokol layer yang lebih tinggi (higher-layer).
Implementasi Frame Relay
Frame Relay dapat digunakan untuk jaringan publik dan jaringan private perusahaan atau organisasi.
Jaringan Publik 
Pada jaringan publik Frame Relay, Frame Relay switching equipment (DCE) berlokasi di kantor pusat (central) perusahaan penyedia jaringan telekomunikasi. Pelanggan hanya membayar biaya berdasarkan pemakain jaringan, dan tidak dibebani administrasi dan pemeliharan perangkat jaringan Frame Relay.
Jaringan Private 
Pada jaringan private Frame Relay, administrasi dan pemeliharaan jaringan adalah tanggungjawab perusahaan (private company). Trafik Frame Relay diteruskan melalui interface Frame Relay pada jaringan data. Trafik Non-Frame Relay diteruskan ke jasa atau aplikasi yang sesuai (seperti private branch exchange [PBX] untuk jasa telepon atau untuk aplikasi video-teleconferencing).
7.    X.25
X.25 adalah protocol yang mendefinisikan bagaimana computer (device) pada jaringan public yang berbeda platform bisa saling berkomunikasi.  Protocol yang sudah distandarisasi oleh International Telecommunication Union-Telecommunication Standardization Sector (ITU-T).

Device pada X.25 ini terbagi menjadi tiga kategori:
•Data Terminal Equipment (DTE),
•Data Circuit-terminating Equipment (DCE) serta
•Packet Switching Exchange (PSE).

Device yang digolongkan DTE adalah end-system seperti terminal, PC, host jaringan (user device). Sedang device DCE adalah device komunikasi seperti modem dan switch.  Device inilah yang menyediakan interface bagi komunikasi antara DTE dan PSE.  Adapun PSE ialah switch yang yang menyusun sebagian besar carrier network.Hubungan antar ketiga kategori ini diilustrasikan pada gambar dibawah ini:

Protokol Pada X.25
Penggunaan protokol pada model standar X.25 ini meliputi tiga layer terbawah dari model referensi OSI.  Terdapat tiga protokol yang biasa digunakan pada implementasi X.25 yaitu:

  • Packet-Layer Protocol (PLP),
  • Link Access Procedure,  Balanced (LAPB)
  • Serta beberapa standar elektronik dari interface layer fisik seperti   EIA/TIA-232,EIA/TIA-449,EIA-530, dan G.703.

Lapisan-lapisan X25

Layer 1:
  • Physical Layer bekerja dengan elektris atau sinyal.  Didalamnya termasuk beberapa   standarelektronik seperti is V.35 , RS232 and X.21.
Layer 2:
  • Data Link Layer, pada X.25 diimplementasikan ISO HDLC standar yang disebut Link Access Procedure  Balanced (LAPB) dan menyediakan link yang bebas error antara dua node yang secara fisik terkoneksi.  Error ini akan dicek dan dikoreksi pada tiap hop   pada network.
  • Fasilitas inilah yang membuat X.25 handal, dan cocok untuk link yang noisy, cenderung  punya banyak error.
  • Protocol modern seperti Frame Relay atau ATM tidak punya error correction dan hanya memiliki basic flow control.  Mereka merngandalkan protokol pada level yang lebih tinggi seperti TCP/IP untuk menyediakan flow control dan end-to-end error correction.  
Layer 3:

  • Network Layer yang mengatur komunikasi end-to-end antar device DTE.  Layer ini  mengurusset-up dan memutus koneksi serta fungsi routing dan juga multiplexing. 

Virtual Circuit X.25 

  • Sebuah virtual circuit adalah koneksi logical yang dibuat untuk menjamin konektivitas  antara dua network device.  Sebuah virtual circuit menandai sebuah path logical dua   arah dari sebuah DTE ke device lain dalam sebuah jaringan X.25.
  • X.25 membuat beberapa user DTE pada jaringan X.25 untuk berkomunikasi denga beberapa DTE lain secara simultan.  Hal ini dimungkinkan karena X.25 mempunya circuitlogical tadi.
  • Secara fisik, koneksi ini dapat melalui berapapun node seperti DCE dan PSE.  Beberapa virtual circuit bisa disatukan (multiplexing) menjadi sebuah koneksi fisik  tunggal.  Kemudian koneksi ini bisa dipecah lagi di tempat tujuan, untuk kemudian menyampaikan   data pada tujuan masing-masing. 
  • Sedangkan virtual circuit pada X.25 itu sendiri terbagi menjadi dua, yaitu switch dan permanen.
  • Switched virtual circuits (SVC) adalah koneksi temporer yang digunakan untuk transfer  data yang jarang dilakukan. SVC ini terjadi antar dua DTE yang tiap kali koneksi akan  membuat koneksi, menjaga hingga mengakhiri sesi yang diperlukan.  SVC ini bisa  diibaratkan seperti sambungan telepon. Sebuah koneksi tersambung, data ditransfer  lalu koneksi tersebut ditutup. Tiap DTE pada network mempunyai sebuah alamat DTE  unik, penggunaan yang mirip dengan telepon.
  • an permanent virtual circuits (PVCs) adalah koneksi permanen yang digunakan untuk transfer data yang kerap dilakukan (frekuensi koneksi sering) serta transfer data  yang konsisten. Pada jenis ini tidak diperlukan pengadaan sebuah sesi,
  • Sehingga DTE bisa memulai mentransfer data kapanpun karena sesi PVC ini selalu ada (aktif).
  • Untuk membuat suatu koneksi SVC, DTE asal mengirimkan sebuah paket Call Request Packet, yang mengandung alamat DTE tujuan.
  • DTE tujuan memutuskan akan menerima paket atau tidak.  Kemudian panggilan dari DTE asal diterima dengan mengirimkan paket Call Accepted atau dengan mengirimkan paket. Clear Request apabila DTE tujuan memutuskan untuk tidak menerima koneksi tersebut.
  • Setelah DTE asal menerima paket Call Accepted, virtual circuit akan terbentuk dan  data lalu ditransfer.  Ketika DTE ingin mengakhiri sesi, sebuah paket Clear Request dikirim pada DTE pasangannya, yang akan menjawab dengan mengirim sebuah paket Clear  Confirmation.
Implementasi X.25

•Contoh cara mengkonfigurasi X.25 dengan perintah encapsulation pada cisco router:
•Router(config)#int s0
•Router(config-if)#encap x25
•Router(config-if)#x25
 adddress dengan metode X.121
•Router(config-if)#x25 ips <16-4096> ips adalah input packet size
•Router(config-if)#x25 win <1-127> win adalah window size
•Beberapa perintah yang dapat digunakan untuk memeriksa konfigurasi X.25 antara lain:
•Router#show x.25 map menampilkan peta alamat x.25
•Router#show x.25 route menampilkan tabel routing x.25
•Router#show x.25 vc menampilkan daftar SVC dan PVC aktif
•Router#show x.25 remote-red tampil mapping lokal&remote Ipaddress

8.    Leased dan Satelite

VSAT (dalam bahasa Inggris, merupakan singkatan dari Very Small Aperture Terminal) adalah stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter. Fungsi utama dari VSAT adalah untuk menerima dan mengirim data ke satelit. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas bumi. Sebenarnya piringan VSAT tersebut menghadap ke sebuah satelit geostasioner. Satelit geostasioner merupakan satelit yang selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya yang dimungkinkan karena mengorbit pada titik yang sama di atas permukaan bumi, dan mengikuti perputaran bumi pada sumbunya.
Mendapatkan data Internet dari setelit sama dengan mendapatkan sinyal televisi dari satelit. Data dikirimkan oleh satelit dan diterima oleh sebuah alat decoder pada sisi pelanggan. Data yang diterima dan yang hendak dikirimkan melalui VSAT harus di-encode dan di-decode terlebih dahulu. Satelit Telkom-1 menggunakan C-Band (4-6 GHz). Selain C-Band ada juga KU-Band. Namun C-Band lebih tahan terhadap cuaca dibandingkan dengan KU-Band. Satelit ini menggunakan frekuensi yang berbeda antara menerima dan mengirim data. Intinya, frekuensi yang tinggi digunakan untuk uplink (5,925 sampai 6,425 GHz), frekuensi yang lebih rendah digunakan untuk downlink (3,7 sampai 4.2 GHz).
Sistem ini mengadopsi teknologi TDM dan TDMA. Umumnya konfigurasi VSAT adalah seperti bintang. Piringan yang di tengah disebut hub dan melayani banyak piringan lainnya yang berlokasi di tempat yang jauh. Hub berkomunikasi dengan piringan lainnya menggunakan kanal TDM dan diterima oleh semua piringan lainnya. Piringan lainnya mengirimkan data ke hub menggunakan kanal TDMA. Dengan cara ini diharapkan dapat memberikan konektifitas yang baik untuk hubungan data, suara dan fax. Semua lalu lintas data harus melalui hub ini, bahkan jika suatu piringan lain hendak berhubungan dengan piringan lainnya. Hub ini mengatur semua rute data pada jaringan VSAT.
Frame TDM selalu berukuran 5.760 byte. Setiap frame memiliki 240 sub-frame. Setiap sub-frame adalah 24 byte. Panjang waktu frame tergantung pada data rate outbound yang dipilih. TDMA selalu pada 180 ms. TDMA disinkronisasi untuk memastikan bahwa kiriman data yang berasal dari stasiun yang berbeda tidak bertabrakan satu dengan yang lainnya.
Pendapat umum mengatakan bahwa koneksi dengan satelit adalah koneksi yang paling cepat. Kenyataanya adalah tidak. Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah sekitar 700 milisecond, sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Satelit geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi.
Satelit
Merupakan alat di orbit bumi khusus untuk menerima/ menghantar maklumat secara nirkabel, berkomunikasi melalui frekuensi radio. menggunakan Satelit Telkom 2 (Indonesia) digunakan untuk Depdagri, dengan teknologi C band yang lebih tahan dengan cuaca di Indonesia (berhubungan dengan masalah curah hujan yang cukup tinggi di Indonesia). Menggunakan Komunikasi 2 arah, menerima dan menghantar isyarat. Daerah yang dipasang VSAT dikenali sebagai remote terminal, dikawal oleh hub station. Semua isyarat dari satelit dikirim ke hub terlebih dahulu sebelum dikirim kembali ke terminal remote lain, yaitu Propinsi / Kabupaten.
PENGERTIAN LEASED LINE 
Leased Line adalah Saluran telepon atau kabel fiber optik yang disewa untuk penggunaan selama 24 jam sehari untuk menghubungkan satu lokasi ke lokasi lainnya. Internet berkecepatan tinggi biasanya menggunakan saluran ini. 
Jaringan Leased line menghubungkan dua lokasi untuk layanan telekomunikasi suara dan data. Leased line sebenarnya sirkit khusus antara dua titik. Leased line dapat menjangkau pendek atau panjang nya jarak antara dua tempat. Leased line/leased circuit disebut juga dedicated line atau private line karena sifatnya khusus menghubungkan dua titik.
Leased Channel atau Jaringan Sewa adalah penyediaan jaringan transmisi teresterial unmanaged untuk komunikasi elektronik yang menghubungkan 2 (dua) titik terminasi antar point of presence (POP) secara permanen untuk digunakan secara eksklusif dengan kapasitas kanal transmisi yang simetris.
Leased line lebih sering digunakan untuk disewakan kepada perusahaan untuk menghubungkan kantor cabang di setiap kota, karena jalur leased line memiliki bandwidth terjamin untuk trafik jaringan. Sehingga umumnya disebut T1 leased line dan memberikan kecepatan data simetris. Ketika penyedia jaringan bandwidth dedicated untuk private line dihubungkan pada jaringan, pelangan membayar biaya setiap bulan bergantung pada jarak lintasan dan pesanan kecepatan data.
Sebuah leased line menghubungkan dua lokasi untuk suara pribadi dan / atau layanan data telekomunikasi. Tidak kabel khusus, sebuah leased line sebenarnya adalah sebuah sirkuit reserved antara dua titik. Leased line dapat jarak bentang pendek atau panjang.

 

Referensi :
11.  http://nie-ic.blogspot.com/2011/11/pengertian-ic-integrated-circuit.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tulis Komentar Disini :