>

Rabu, 23 April 2014

Manajemen Lalulintas Jaringan

1.    Gambarkan dan jelaskan perbedaan OSI Layer
dan TCP/IP layer beserta contoh
Ø  Perbedaan model layer OSI dan TCP/IP

1) TCP/IP menggabungkan presentation dan session layers kedalam application layers.

2) TCP/IP menggabungkan OSI-data link dan physical layers kedalam network access layer.
3) TCP/IP Protocol adalah standar dalam pengembangan internet. 

Prinsip Kerja OSI Layer :
Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewati ke-tujuh
layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer, kemudian di sisi
penerima, data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Dari masing-masing layer
mempunyai tugas tersendiri demi kelancaran data yang akan dikirimkan. Berikut adalah
deskripsi singkat beberapa tugas dari masing-masing layer dari layer application sampai
physical.

Prinsip Kerja TCP/IP :

  • Untuk memindahkan data antara dua komputer yang berbeda dalam suatu jaringan yang terdiri dari banyak komputer, dibutuhkan alamat tujuan dan perantara untukmemindahkan sinyal elektronik pembentuk data secara aman dan langsung.
  • Internet menggunakan protokol untuk menjamin sampainya data secara aman di tempat tujuan.
  • Saat seorang pengguna Internet mengirim sekelompok teks ke mesin lain, TCP/IP mulai bekerja. TCP membagi teks tersebut menjadi paket-paket data kecil, menambahkan beberapa informasi (dapat dianggap sebagai pengiriman barang), sehingga computer penerima memastikan bahwa paket yang diterimanya tidak mengalami kerusakan sepanjang pengiriman. IP menambahkan label yang berisikan informasi alamat pada paket tersebut.
  • Deretan paket-paket TCP/IP berjalan menuju tujuan yang sama dengan menggunakan berbagai jalur yang berbeda. Sebuah perangkat khusus yang disebut router dipasang di titik persimpangan antar jaringan dan memutuskan jalur mana yang paling efisien yang menjadi langkah berikut dari sebuah paket. Router membantu mengatur arus lalu lintas di Internet dengan membagi beban, sehingga menghindari kelebihan beban pada suatu bagian dari sistem yang ada.
  • Saat paket-paket TCP/IP tiba di tempat tujuannya, komputer akan membuka label alamat IP lalu menggunakan daftar pengiriman yang ada pada paket TCP untuk memeriksa apakah ada kerusakan paket yang terjadi selama pengiriman, dan menyusun kembali paket-paket tsb menjadi susunan teks seperti aslinya. Saat komputer penerima menemukan paket yang rusak, komputer tsb akan meminta komputer pengirim untuk mengirim salinan baru dari paket yang rusak.
  • Sebuah perangkat khusus yang disebut gateway memungkinkan beragam tipe jaringan yang ada di horison elektronik untuk berkomunikasi dengan Internet menggunakan TCP/IP. Gateway menerjemahkan protokol asli jaringan komputer tersebut menjadi TCP/IP dan sebaliknya.
  • Bagi seorang pemakai, Internet hadir seperti jaringan global raksasa yang tidak terbatas, yang langsung merespon jika diminta. Komputer, gateway, router, dan protokol yang membuat ilusi ini bekerja.

2.    Contoh pembagian ip address versi 4 berikut contoh penulisan dalam format CIDR

Kelas-Kelas IP Address

IP address versi 4 terdiri atas 4 oktet, nilai 1 oktet adalah 255. Karena ada 4 oktet maka jumlah IP address yang tersedia adalah 255 x 255 x 255 x 255. IP address sebanyak ini harus dibagi-bagikan keseluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia. Untuk mempermudah proses pembagiannya, IP address harus dikelompokan dalam kelas-kelas. Dasar pertimbangan pembagian IP address ke dalam kelas-kelas adalah untuk mempermudah pendistribusian pendaftaran IP address.


IP address dikelompokan dalam lima kelas, yaitu kelas A, B, C, D, dan E. Perbedaannya terletak pada ukuran dan jumlah. IP address kelas AjaringanIP address Kelas B digunakan untuk jaringan berukuran besar dan sedang. IP address Kelas C untuk pembagian jaringan yang banyak, namun masing-masing jaringan memiliki anggota yang sedikit. IP address Kelas D dan E juga didefinisikan, tetapi tidak digunakan dalam penggunaan normal, kelas d diperuntukan bagi jaringan multicast, dan E untuk Eksperimental.


Pembagian kelas-kelas IP address didasarkan pada dua hal, yaitu Network ID dan Host ID dari suatu IP address  Setiap IP address selalu merupakan pasangan network ID (Identitas Jaringan) dan Host ID (Indentitas host dalam suatu jaringan). Masing-masing komputer/router di suatu jaringan host ID-nya harus Unik (harus berbeda dgn komputer yg lain).

Kelas-Kelas IP Address
Bit (kependekat dari Binary Digit ) adalah bilangan biner yg terdiri dari 2 angka : 0 dan 1
Oktet, 1 Oktet = 8 bit = nilainya antara 0 - 255 desimal

Kelas A

Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)
Bit Pertama : 0

Panjang Net ID : 8 bit (1 oktet)

Panjang Host ID : 24 bit (3 oktet)
Oktet pertama : 0 - 127
Range  IP address : 1.xxx.xxx.xxx.sampai 126.xxx.xxx.xxx (o dan 127 dicadangkan)
Jumlah Network : 126
Jumlah IP address : 16.777.214

IP kelas A untuk sedikit jaringan dengan host yang sangat banyak. cara membaca IP address kelas A misalnya 113.46.5.6 ialah : Network ID :113, Host ID = 46.5.6
Kelas B



Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)
2 bit pertama : 10
Panjang Net ID : 16 bit (2 oktet)
Panjang Host ID : 16 bit (2 oktet)
Oktet pertama : 128 - 191
Range IP address : 128.0.0.xxx sampai 191.255.xxx.xxx
Jumlah Network : 16.384
Jumlah IP address : 65.534

Biasa digunakan untuk jaringan besar dan sedang. dua bit pertama selalu di set 10. 16 bit selanjutnya, network IP kelas B dapat menampung sekitar 65000 host.
Kelas C



Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)
3 bit pertama : 110
Panjang Net ID : 24 bit (3 oktet)
Panjang Host ID : 8 bit (1 oktet)
Oktet pertama : 192 - 223
Range IP address : 192.0.0.xxx sampai 255.255.255.xxx 
Jumlah Network : 2.097.152
Jumlah IP address : 254

Host ID adalah 8 bit terakhi, dengan IP kelas C, dapat dibentuk sekitar 2 juta network yang masing-masing memiliki 256 IP address  Tiga bit pertama IP address kelas C selalu berisi 111 dengan 21 bit berikutnya. Host ID ialah 8 bit terakhir.
Kelas D



Format : 1110mmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm
4 Bit pertama : 1110
Bit multicast : 28 bit
Byte Inisial : 224-247
Deskripsi : Kelas D adalah ruang alamat multicast

Kelas ini digunakan untuk keperluan Multicasting. 4 bit pertama 1110, bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP address ini. Dalam multicasting tidak dikenal network bit dan host bit.
Kelas E



Format : 1111rrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr
4 bit pertama : 1111
Bit cadangan : 28 bit
Byte inisial : 248-255
Deskripsi : Kelas E adalah ruang alamat yang dicadangkan untuk keperluan eksperimental.

alu, akhirnya nulis lagi nih setelah sekian lama ;))Sebenarnya ada cukup banyak bahasan yang sempat terpikir, tapi sayangnya kelibas terus sama kerjaan dan akhirnya lupa. Bahasan kali ini masih berkaitan dengan internet, yaitu tentang IP address. Karena bahasan tentang IP address juga bisa begitu luas, maka artikel kali ini saya angkat dengan tema menghitung subnet mask dan bits mask [CIDR - Classless Inter-Domain Routing] secara manual. Jika tertarik, silakan ikut paparan selengkapnya di bawah ini.

Intro


IP address, tentunya sudah bukan hal asing bagi Anda yang sudah sering berkecimpung dengan internet. Serupa dengan identitas personal, IP address digunakan di internet sebagai identitas sebuah mesin sebagai pengenal. Layaknya KTP di Indonesia yang bersifat unik dan personal serta tidak bisa dimiliki oleh beberapa orang berbeda [ walaupun pada kenyataannya kadang bisa ada identitas ganda ;))], IP address juga hanya dapat dimiliki atau digunakan oleh sebuah mesin.

Melangkah lebih dalam tentang IP address kita akan berjumpa dengan istilah subnet mask. Masih nda ingat? Biasanya orang menyebut 255.255.255.0. Nah, itulah subnet mask yang digunakan untuk membagi network sesuai kebutuhan. Contoh lain lagi mungkin Anda pernah mendapati subnet mask dalam format penulisan dengan tanda baca garis miring [ Misal 180.235.148.0/26 ]. Masih berkaitan dengan pembagian network, hanya saja format penulisannya berbeda.

Bagi Anda yang berkecimpung dengan jaringan komputer dan masih belum memahami cara menghitung subnet mask dan mask bits [CIDR], maka nda ada salahnya untuk mengikuti bahasan berikut ini sebagai panduan. 

Subnet Mask


Untuk memudahkan dalam pemahanannya, saya buatkan contoh keseharian terkait kasus subnet mask seperti di bawah ini.

Anda diberikan alokasi IP address menggunakan mask bits 180.235.148.0/26. Lalu Anda ditugaskan untuk beberapa hal di bawah ini :

  • Mengetahui subnet mask yang harus digunakan.
  • Mengetahui subnet mask dalam format biner.
  • Mengetahui jumlah host yang dapat digunakan.
  • Mengetahui range IP address yang dapat digunakan.
  • Mengetahui network address yang harus digunakan.
  • Mengetahui gateway address yang harus digunakan.
  • Mengetahui broadcast address yang harus digunakan.
  • Mengetahui usable IP address yang dapat digunakan untuk komputer klien.
Sejauh ini mungkin Anda sudah mulai kliyeng-kliyeng setelah menerima beberapa tugas di atas :dTetapi jangan khawatir, karena ada rumusan sederhana untuk menyelesaikan semua tugas di atas tanpa bantuan aplikasi IP address calculator sekalipun. Silakan simak tabel rumusannya di bawah ini.

Lets Get Mumet

255
.
255
.
255
.
X


11111111

11111111

11111111

Y


8
+
8
+
8
+
Z
=
/32
Konsep dasar IP address versi 4 adalah kumpulan angka biner yang terdiri dari 4 bagian [aaa.bbb.ccc.ddd], dimana masing-masing bagian memilki nilai total 8. Dengan kata lain total dari keseluruhan bagian adalah 32 dan dalam mask bits dituliskan /32. Nah, sudah mulai agak cerah kan sekarang ;))
Pada tabel rumusan di atas terdapat beberapa variabel favorit saya, yaitu XY dan Z yang mewakili tugas di atas dan akan kita selesaikan. Mari kita lanjutkan lagi pengembaraan kita terkait tugas-tugas di atas.

Mencari Z

Karena kita diberikan /26, maka nilai cara mengetahui variabel Z adalah sebagai berikut.

Z
=
26
-
(nilai bit pertama + nilai bit kedua + nilai bit ketiga)

=
26
-
(8+8+8)

=
26
-
24

=
2


Dengan begitu, kondisi tabel kita saat ini adalah :
255
.
255
.
255
.
X


11111111

11111111

11111111

Y


8
+
8
+
8
+
2
=
/26

Mencari Y

Langkah ini menjadi mudah karena kita telah mendapatkan nilai Z di langkah sebelumnya, yaitu 2. Nilai 2 ini mewakili jumlah angka 1 dalam format biner yang harus digunakan pada bagian terakhir.

Kita cukup menuliskan angka 1 dari kiri sebanyak 2, lalu 6 angka berikutnya adalah 0. Karena tiap bagian memiliki nilai total 8 yang diwakili oleh angka 11111111 dan Z bernilai 2, maka Y adalah 11000000.

Dengan begitu, kondisi tabel kita saat ini adalah :
255
.
255
.
255
.
X


11111111

11111111

11111111

11000000


8
+
8
+
8
+
2
=
/26

Mencari X

Ada dua buah tahapan untuk mendapatkan nilai variabel X dan rumusannya adalah sebagai berikut.

X
=
256
-
(2 ^ jumlah angka nol di variabel Y)

=
256
-
(2 ^ 6)

=
256
-
(2x2x2x2x2x2)

=
256
-
64

=
192


Dengan begitu, kondisi tabel kita saat ini adalah :
255
.
255
.
255
.
192


11111111

11111111

11111111

11000000


8
+
8
+
8
+
2
=
/26

Here Comes The Sun

Setelah melakukan kalkulasi menggunakan tabel rumusan di atas dan mendapatkan nilai variabel Xserta Z, kini kita dapat melenggang untuk menjawab semua tugas di atas.
  • Mengetahui subnet mask yang harus digunakan, yaitu 255.255.255.192.
  • Mengetahui subnet mask dalam format biner, yaitu 11111111.11111111.11111111.11000000.
  • Mengetahui jumlah host yang dapat digunakan dengan rumusan di bawah ini.
Jumlah host
=
254
-
Nilai variabel X

=
254
-
192

=
62


  • Mengetahui range IP address yang dapat digunakan dengan rumusan di bawah ini.
Range IP address
=
180
.
235
.
148
.
(0 + 1)

=
180
.
235
.
148
.
1


Sampai dengan

=
180
.
235
.
148
.
(0 + 62)


180
.
235
.
148
.
62
  • Mengetahui network address yang harus digunakan, yaitu 180.235.148.0.
  • Mengetahui gateway address yang harus digunakan, yaitu 180.235.148.62.
  • Mengetahui broadcast address yang harus digunakan dengan rumusan bagian akhir dari gateway address + 1, yaitu 180.235.148.63.
  • Mengetahui usable IP address yang dapat digunakan untuk komputer klien dengan rumusan bagian akhir network address + 1 sampai dengan bagian akhir gateway address - 1, yaitu 180.235.148.1 sampai dengan 180.235.148.61.

Bits Mask


Setelah memahami kalkulasi subnet mask di atas, kini tiba waktunya untuk kalkulasi manual berdasarkan bits mask. Untuk memudahkan dalam pemahanannya, kembali saya buatkan contoh keseharian terkait kasus bits mask seperti di bawah ini.

Anda diberikan alokasi IP address 180.235.148.0 dengan subnet mask 255.255.255.240. Lalu Anda ditugaskan untuk beberapa hal di bawah ini :

  • Mengetahui subnet mask dalam format biner.
  • Mengetahui subnet mask dalam format bits mask.

Lets Get Mikir

Serupa dengan metode kalkulasi sebelumnya, perhitungan bits mask juga menggunakan format biner, hanya saja ada sedikit perbedaan. Mari kita selesaikan ;)

Mengetahui subnet mask dalam format biner

Untuk mendapatkan format biner dari subnet mask 255.255.255.240 maka cukup membagi habis bagian terakhir, yaitu 240. Karena dalam format biner, maka pembaginya adalah 2.

240
:
2
=
120
sisa
0
120
:
2
=
60
sisa
0
60
:
2
=
30
sisa
0
30
:
2
=
15
sisa
0
15
:
2
=
7
sisa
1
7
:
2
=
3
sisa
1
3
:
2
=
1
sisa
1
Dengan begitu kita akan mendapatkan format binernya, yaitu 11110000.

Mengetahui bits mask

Menghitung bits mask juga tidak kalah mudahnya, karena cukup melakukan opsi pengurangan sederhana dengan rumusan di bawah ini.

CIDR
=
32 - (Jumlah angka nol di bagian akhir)

=
32 – 4

=
28
Dengan begitu kita dapatkan bits mask [CIDR] dari subnet mask 255.255.255.240 adalah 180.235.148.0/28.

Referensi :

Ø  http://www.dit.web.id/entry/3/ip-address-v4-menghitung-subnet-mask-bits-mask-cidr-secara-manua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tulis Komentar Disini :